Beranda

Latar Belakang

Peranan Statistika dalam membangun sumber daya manusia Indonesia pada umumnya dan masyarakat kampus pada khususnya dalam era kebiasaan baru sangat dibutuhkan. Bidang ilmu Statistika dapat menjadi alat untuk penelitian dan disiplin ilmu lainnya. Berbeda dengan cara berfikir matematika yang deduktif-deterministik, cara berfikir statistika adalah induktif-probabilistik. Perbedaan cara berfikir ini dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi satu dengan lainnya.

Indikator kemajuan suatu bangsa tidak hanya diindikasikan dengan kemampuan baca tulis atau literasi, tetapi yang lebih penting adalah literasi statistika (statistical literacy). Semakin maju suatu bangsa umumnya semakin tinggi literasi statistika dari masyarakatnya. Trewin (2005) mendefinisikan literasi statistika sebagai “…the ability to understand, interpret, and evaluate statistical information”. Komponen-komponen dari literasi Statistika meliputi: pengetahuan/knowledge (terdiri atas lima elemen kognitif: kemampuan literasi, pengetahuan statistika, pengetahuan matematika, konteks, dan pertanyaan kritis) dan komponen internal/stance (kepribadian, religiusitas, perilaku).

Era kebiasaan baru menjadi suatu yang harus terjadi akibat pandemic Covid-19 yang melanda seluruh dunia sejak akhir tahun 2019. Demikian pentingnya literasi statistika untuk mempercepat kemajuan bangsa Indonesia sehingga diperlukan suatu gerakan nasional, yaitu Peranan Literasi Statistika di Era Kebiasaan Baru. Hal ini penting untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita tidak dapat menghindar dari membaca data dalam bentuk statistik. Kita sering menemukan data dalam surat kabar, majalah, dan karya tulis lainnya. Kalau kita membaca karya tulis ilmiah, penyajian data baik dalam bentuk statistika deskriptif mau pun dalam bentuk statistika inferensi, sulit untuk dihindari. Kebutuhan atas kemampuan membaca dan menginterpretasi data statistik tidak terbatas pada komunitas tertentu saja, tetapi pada hampir semua komunitas di dalam masyarakat. Terlebih lagi dalam era big data dan era kebiasaan baru, di mana data terekam secara otomatis sebagai akibat dari kemajuan teknologi internet of things (IoT).

Di era kebiasaan baru ini, penelitian di berbagai bidang sangat dibutuhkan dan diharapkan tetap berjalan dengan baik. Penelitian ini sangat dibutuhkan bukan saja bagi mahasiswa tetapi juga para peneliti. Akan tetapi, tentu metode yang digunakan sedikit berbeda dengan metode yang digunakan sebelum pandemi Covid-19. Informasi tentang bagaimana mahasiswa melaksanakan penelitian dalam rangka skripsi, tesis dan disertasi dan bagaimana para peneliti maupun dosen melakukan penelitian di era kebiasaan baru akan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, ide untuk mempromosikan peranan literasi statistika di era kebiasaan baru di Indonesia dianggap perlu untuk disajikan dalam forum Seminar Nasional Variansi III di Makassar.

Seminar Nasional VARIANSI III
(Venue Artikulasi-Riset, Inovasi, Resonansi-Teori, dan Aplikasi Statistika)

Tema kegiatan ini adalah:

Peranan Literasi Statistika di Era Kebiasaan Baru

Kegiatan ini akan dilaksanakan di secara daring melalui Zoom pada tanggal 10 Oktober 2020.

Tujuan kegiatan:

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mendeklarasikan Peranan Literasi Statistika di Era Kebiasaan Baru untuk masyarakat Indonesia sehingga:

  1. Bisa mengembangkan teori statistika, dan paket analisis data;
  2. Bisa membaca, mengerti, dan memahami informasi statistik yang benar;
  3. Cermat mengaplikasikan statistika dalam penyelesaian masalah praktis;
  4. Terampil mengomunikasikan informasi statistik secara efisien dan efektif;
  5. Bisa melakukan penelitian di bidang sains maupun di bidang pendidikan.